June 11, 2024

ASSI Gelar Konferensi APSAT ke-20, Perkuat Sinergi Penyedia Layanan Satelit di Asia Pasifik

Anggoro Kurnianto Widiawan, Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Artikel ini telah tayang di Selular.id ASSI Gelar Konferensi APSAT ke-20, Perkuat Sinergi Penyedia Layanan Satelit di Asia Pasifik | Selular.ID

Bagaimana kebutuhan pasar satelit saat ini?

Asian Development Bank (ADB) memperkirakan kebutuhan kapasitas satelit di Asia Pasific untuk tahun 2024 mencapai lebih dari 400 Gbps. Sementara menurut Northern Sky Research (NSR), kebutuhan kapasitas HTS baik HTS GSO maupun HTS NGSO pada tahun 2024 lebih dari 340 Gbps. Seiring dengan pertumbuhan kebutuhan itu, teknologi juga berkembang untuk memenuhinya. Tidak hanya meningkat secara kapasitas, melainkan juga memberikan dampak yang signifikan bahkan merubah wajah dunia ICT. Teknologi berkembang semakin efektif dan efisien, sehingga memberikan tantangan baru terhadap industri satelit.

Melihat tren yang ada, APSAT (Asia Pacific Satelite Communication System) International Conference ke-20 yang diselenggarakan pada 4 dan 5 Juni 2024 di Jakarta, mengambil tema ’Synergistic Ecosystem in Value Creation’. Perhelatan internasional ini dihadiri beragam operator satelit dari berbagai negara yang akan berbagi pengalaman dalam menghadapi dinamika bisnis di negaranya maupun dalam konteks yang lebih luas yaitu secara regional maupun internasional. Meningkatnya ketersediaan layanan-layanan HTS yang menggunakan orbit Geostasioner (GSO) dan Non-Geostasioner baik itu orbit rendah (LEO) maupun orbit menengah (MEO) memberikan pilihan jenis layanan yang lebih bervariasi yang juga semakin meramaikan bisnis satelit di Indonesia.

Kapasitas Satelit Meningkat Signifikan

Anggoro menuturkan bahwa para operator satelit di Indonesia telah menyiapkan kapasitas satelit yang mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan ini diantaranya juga didorong oleh perkembangan teknologi satelit baik HTS maupun konstelasi NGSO. “Dengan bervariasinya layanan satelit tersebut, memberikan kesempatan bagi para customer untuk memilih sesuai preferensinya,” tutur Anggoro. Telkomsat, misalnya, pada 2024 ini akan memiliki total 45 Gbps kapasitas satelit GSO (Satelit Merah Putih, HTS-113BT, Apstar-5D, Mysat-1) dan 180 Gbps kapasitas satelit NGSO (Starlink). Kapasitas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan beberapa sektor yang meliputi ISP, pemerintah, banking & enterprise, sekolah, rumah sakit, serta wholesale kepada operator telekomunikasi lainnya.

Sementara PSN melihat broadband market masih sebagai salah satu pasar yang menjanjikan bagi operator satelit. Sebagai strategi dalam memenuhi kebutuhan pasar tersebut, PSN akan menyediakan 165 Gbps kapasitas satelit GSO (Nusantara-1 dan Satria-1) serta rencana peluncuran satelit NUSANTARA-5 dengan kapasitas satelit sebesar 165 Gbps untuk memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Sementara itu, ada pula operator-operator yang juga telah merencanakan beberapa terobosan, misalnya melakukan roll-out untuk layanan sistem NGSO-nya, dan bersiap masuk ke dalam pasar enterprise, government, dan military, termasuk telah melakukan trial untuk beberapa use case seperti cellular backhaul, ERP system, mobility and emergency response, maritime, dan IoT.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest